Cerita Desa Menata Bumdes: Rencana Penyertaan Modal  Desa Sukajaya Punduh dan Desa penyandingan.
#Bangun Desa Bangun Indonesia#
#TPP Kabupaten Pesawaran#PD#PLD#Kecamatan Marga punduh# 




Belakangan ini, isu ketahanan pangan makin sering dibicarakan. Bukan tanpa alasan, karena ketersediaan pangan yang aman dan berkelanjutan memang jadi kebutuhan bersama. Di tingkat desa, salah satu upaya nyata yang bisa dilakukan adalah melalui BUMDes.

 Di Desa Sukajaya Punduh, BUMDes Maju Jaya, dan di Desa Penyandingan, BUMDes Bakti Mulia, sama-sama punya semangat untuk mengembangkan usaha desa yang bermanfaat dan bisa Salah satu usaha yang sedang dijalankan adalah penggemukan kambing.

Kenapa Penggemukan Kambing?
Usaha penggemukan kambing sebenarnya punya potensi besar. Permintaan daging kambing selalu ada, mulai dari kebutuhan rumah tangga, acara keluarga, hajatan, sampai usaha kuliner. Selain itu, kambing juga termasuk sumber protein hewani yang penting untuk mendukung ketahanan pangan.
Masalahnya, usaha ini tidak langsung menghasilkan uang dalam waktu singkat. Biasanya hasil baru terasa setelah beberapa bulan masa penggemukan. Artinya, uang masuknya masih jangka menengah sampai panjang, bahkan cenderung tahunan.
Kendala yang Dihadapi BUMDes
Kondisi ini membuat BUMDes agak kesulitan dari sisi perputaran uang. Selama ini, usaha masih fokus menjual kambing hidup, sehingga:
Pendapatan tidak rutin
Arus kas belum stabil
Laba belum bisa dinikmati mingguan
Padahal, kalau dikelola lebih serius dan terencana, usaha penggemukan kambing bisa dikembangkan lebih jauh.
Penyertaan Modal Jadi Jalan Keluar
Di sinilah pentingnya penyertaan modal BUMDes. Dengan tambahan modal, pengelolaan usaha bisa diperbaiki, mulai dari pakan, kesehatan ternak, sampai cara menjual hasilnya.
BUMDes tidak harus berhenti di penggemukan saja, tapi bisa naik level jadi pemasok daging kambing. Misalnya:
Menjual daging kambing segar ke pasar lokal
Kerja sama dengan rumah makan atau pedagang sate dan gulai
Melayani kebutuhan acara masyarakat
Dengan pola seperti ini, pendapatan bisa berputar mingguan, tidak harus menunggu kambing besar dulu baru dijual semua.
Dampak untuk Desa dan Masyarakat
Kalau usaha ini berjalan baik, manfaatnya bukan cuma untuk BUMDes, tapi juga untuk masyarakat desa:
Pendapatan BUMDes lebih stabil
Membuka peluang kerja lokal
Perputaran ekonomi desa meningkat
Ketersediaan pangan hewani lebih terjamin
Secara tidak langsung, langkah ini juga ikut mendukung ketahanan pangan nasional, tapi dimulai dari desa.
Penutup
Penyertaan modal untuk BUMDes Maju Jaya dan BUMDes Bakti Mulia bukan sekadar urusan bisnis, tapi bagian dari ikhtiar membangun desa lewat potensi yang ada. Dengan tata kelola yang lebih baik, usaha penggemukan kambing diharapkan bisa jadi usaha berkelanjutan, menghasilkan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Semoga ke depan, BUMDes tidak hanya kuat secara usaha, tapi juga jadi penggerak ekonomi desa yang membanggakan. 



 







Komentar

  1. Mantab... Tinggal ditatakembali tampilan tulisan dan Foto agar lebih menarik...besok kita IST lagi ya Lur..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembelajaran Lampau Tentang Aset Desa.